Keputusan Dokter Krusial bagi Performa Maksimal Atlet

Mohammad Ahsan, atlet nasional ganda putra bulutangkis Indonesia mengalami cedera dua minggu sebelum kejuaraan penting. Keputusan Dr. Nicolaas untuk melakukan perawatan intensif hingga benar-benar pulih terbukti krusial bagi prestasi Ahsan dan dunia bulutangkis Indonesia.

Atlet nasional ganda putra bulutangkis Indonesia, Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan, berhasil menorehkan prestasi tertinggi mereka pada November 2013, yaitu peringkat satu dunia ganda putra versi Badminton World Federation. Tak banyak yang tahu bahwa Ahsan sempat cedera, namun berkat perawatan intensif Dr. Nicolaas C. Budhiparama, Ahsan kembali berprestasi.

Ganda putra terbaik Indonesia tersebut berhasil memenangi berbagai kejuaraan bulutangkis dunia sepanjang 2013. Prestasi terbaru mereka adalah peringkat pertama pada kejuaraan All England di London pada Maret 2014 lalu.

Akrab dipanggil Ahsan, lelaki kelahiran Palembang ini mulai bermain bulutangkis sejak 1994 di kampung halamannya. Menurut Ahsan yang resmi masuk tim nasional Indonesia pada 2004, bulutangkis adalah permainan yang menyenangkan dan dia benar-benar menyukai olahraga tersebut. Pada 2006, Ahsan mulai mewakili klubnya untuk bermain bulutangkis secara kompetitif dan profesional.

Atlet bulutangkis yang pertama kali mendapatkan senior title pada Philippines Open Grand Prix Gold Champion 2009 tersebut menghabiskan enam hari seminggu untuk berlatih sebanyak dua sesi sehari, mulai dari latihan memukul, kelenturan, melakukan smash hingga stroke dan netting.

Dengan dosis latihan yang berat dan frekuensi bertanding yang tinggi, Ahsan yang membukukan 174 kemenangan dari 267 pertandingan, berisiko tinggi terkena cedera.

(Foto bersama atlet bulu tangkis Mohammad Ahsan)

Jika terjadi di luar musim kompetisi, cedera atlet relatif dapat ditangani dan dikelola dalam waktu yang cukup. Namun bila terjadi dalam hitungan beberapa minggu sebelum sebuah kompetisi penting, cedera atlet membutuhkan penanganan yang cerdas.

Dua minggu sebelum Piala Sudirman 2013, Ahsan sempat mengalami cedera. Saat itu dokter Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia (PBSI), dr. Michael Triangto, Sp.KO segera merujuk Ahsan ke Dr. Nicolaas C. Budhiparama, ahli bedah tulang, yang sudah sering menangani cedera atlet. Para pelatihnya berkeyakinan bahwa Dr. Nicolaas dapat memberikan penanganan terbaik bagi kasus Ahsan.

Ahsan harus mendapatkan perawatan intensif. Saya tidak mengizinkan Ahsan turun bertanding. kata Dr. Nicolaas kepada tim pelatih bulutangkis Indonesia. Sebagai dokter saya berpikir panjang. Perawatan intensif sangat penting agar atlet benar-benar pulih dari cedera dan kelak dapat bertanding dengan sempurna. tegas Dr. Nicolaas, tanpa mempedulikan paksaan dari tim pelatih untuk mengizinkan Ahsan bertanding dalam Piala Sudirman 2013. Hal senada juga dilakukan kepada pasien Dr. Nicolaas yang lain yakni, Taufik Hidayat. Sewaktu Taufik Hidayat cedera, PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia) merujuk Taufik ke Dr. Nicolaas dan pertimbangan yang sama diambil oleh Dr. Nicolaas. Sesudah perawatan intensif selama satu minggu, Taufik diijinkan turun dan akhirnya berhasil membawa piala Thomas Cup kembali ke Indonesia pada tahun 2002.

Tim pelatih bulutangkis nasional mengikuti anjuran Dr. Nicolaas. Sesudah menjalani perawatan intensif dengan pengawasan yang ketat selama tiga minggu dari Dr. Nicolaas, Mohammad Ahsan diijinkan turun bertanding sebagai ganda putra bersama Hendra Setiawan dalam berbagai kejuaraan dunia.

Pada 16 Juni 2013 Ahsan bersama Hendra berhasil menang dalam Djarum Indonesia Open 2013. Seminggu kemudian, Ahsan-Hendra juara lagi di Singapore Open 2013 walaupun sempat merasakan sakit saat semifinal. Konsultasi dan arahan yang kontinuitas secara intensif melalui telepon, Dr. Nicolaas menangani kondisi Ahsan sehingga dapat berlanjut dan menang di babak final. Prestasi juara Ahsan dan Hendra berlanjut berturut-turut di BWF World Championship 2013 Yonex Open - Japan 2013 dan Malaysian World Superseries 2013. Berbagai prestasi tersebut mengantarkan mereka meraih berbagai penghargaan pemain terbaik, yang terkini adalah gelar Most Valuable Player atau Pemain Terbaik 2013 yang dianugerahkan oleh Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia pada 28 Januari 2014. Keunggulan prestasi pasangan Ahsan-Hendra berlanjut dengan sukses menjuarai ganda putra turnamen bergengsi All England pada tanggal 9 Maret 2014.

Keputusan medis dan perawatan intensif Dr. Nicolaas berpengaruh besar terhadap performa dan keberhasilan Ahsan sebagai atlet nasional bulutangkis Indonesia. Peran dokter adalah mengutamakan kesehatan pasiennya. Sebagai dokter yang sudah lama menangani berbagai atlet papan atas Indonesia, antara lain Taufik Hidayat, Mohammad Ahsan, Hengky Ardiles dan Chris John, Dr. Nicolaas berprinsip bahwa kehati-hatian adalah kunci untuk menangani atlet yang berada dalam puncak performa. Tidak semua kasus berakhir di meja operasi. Keputusan yang diambil untuk memberikan perawatan intensif terbukti krusial dan memberikan hasil yang terbaik bagi Ahsan dan dunia bulutangkis Indonesia.

Contact Form

Consultation managed by:
dr. Nicolaas C. Budhiparama, SpOT, F.I.C.S dan dr. Nadia Nastassia Ifran, SpOT
Hotline: 0811 8030 300, 0818 839 969

Our Visitors

0.png9.png0.png0.png0.png1.png
Today27
This week27
This month2753

Who Is Online

3
Online

2020-02-17